Pert 2 Materi 8 - Pembelajaran / Learning

Pembelajaran / Learning

Pembelajaran / Learning

8.1. Pembelajaran dari Pengamatan

Pendidikan adalah suatu kegiatan yang komplek dan menuntut penanganan untuk meningkatkan kualitasnya, baik yang berupa menyeluruh maupun pada beberapa komponen tertentu karena dalam kegiatan pembelajaran terdiri dari berbagai variable pokok yang saling berkaitan yaitu kurikulum, guru, pembelajaran, dan peserta. Dimana semua komponen ini bertujuan untuk kepentingan peserta didik. Berdasarkan hal tersebut pendidik harus mampu menggunakan model pembelajaran agar peserta didik dapat melakukan kegiatan belajar. Hal ini dilatar belakangi bahwa beberapa peserta didik bukan hanya sebagai objek tetapi juga merupakan subjek dalam pembelajaran. Peserta didik harus disiapkan sejak dini agar ia mampu untuk bersosialisasi dengan lingkungannya dan gerakan baru sehingga berbagai jenis pembelajaran dapat digunakan oleh pendidik untuk meningkatkan kualitas belajar dan mengajar, seperti cara guru mengajar dan cara peserta didik belajar.

Dosen merupakan suatu profesi yang sangat unik. Selain harus memiliki jiwa pengabdian yang tinggi ia juga memiliki tanggung jawab yang besar pada masa depan peserta didik. Oleh karena itu, dosen harus selalu belajar, baik untuk ilmu pengetahuan dan keterampilan pembelajaran, maupun belajar memahami aspek psikologis kemanusiaan. Seorang guru juga harus mampu memahami bagaimana cara peserta didiknya belajar. Jika seorang guru telah mampu menguasai teknik yang dapat meningkatan semangat keaktifan anak didiknya dalam belajar, maka dunia pendidikan akan semakin efektif dan professional.
Maksud penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas softskill.
Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk :
1.  Mengetahui kesadaran mahasiswa akan lingkungannya.
2.  Mengetahui minat belajar mahasiwa terhadap beberapa kondisi kampus.
3.  Mengetahui seberapa besar peran kampus dalam memfasilitasi mahasiswanya.

8.1.1. Bentuk Pembelajaran

1. Metode Ceramah
Metode pembelajaran ceramah adalah penerangan secara lisan atas bahan pembelajaran kepada sekelompok pendengar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam jumlah yang relatif besar. Seperti ditunjukkan oleh Mc Leish (1976), melalui ceramah, dapat dicapai beberapa tujuan. Dengan metode ceramah, guru dapat mendorong timbulnya inspirasi bagi pendengarnya.
Gage dan Berliner (1981:457), menyatakan metode ceramah cocok untuk digunakan dalam pembelajaran dengan ciri-ciri tertentu. Ceramah cocok untuk penyampaian bahan belajar yang berupa informasi dan jika bahan belajar tersebut sukar didapatkan.

2. Metode Diskusi
Metode pembelajaran diskusi adalah proses pelibatan dua orang peserta atau lebih untuk berinteraksi saling bertukar pendapat, dan atau saling mempertahankan pendapat dalam pemecahan masalah sehingga didapatkan kesepakatan diantara mereka. Pembelajaran yang menggunakan metode diskusi merupakan pembelajaran yang bersifat interaktif (Gagne & Briggs. 1979: 251).
Menurut Mc. Keachie-Kulik dari hasil penelitiannya, dibanding metode ceramah, metode diskusi dapat meningkatkan anak dalam pemahaman konsep dan keterampilan memecahkan masalah. Tetapi dalam transformasi pengetahuan, penggunaan metode diskusi hasilnya lambat dibanding penggunaan ceramah. Sehingga metode ceramah lebih efektif untuk meningkatkan kuantitas pengetahuan anak dari pada metode diskusi.

3. Metode Demonstrasi
Metode pembelajaran demontrasi merupakan metode pembelajaran yang sangat efektif untuk menolong siswa mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan seperti: Bagaimana cara mengaturnya? Bagaimana proses bekerjanya? Bagaimana proses mengerjakannya. Demonstrasi sebagai metode pembelajaran adalah bilamana seorang guru atau seorang demonstrator (orang luar yang sengaja diminta) atau seorang siswa memperlihatkan kepada  seluruh kelas sesuatau proses. Misalnya bekerjanya suatu alat pencuci otomatis, cara membuat kue, dan sebagainya.
Kelebihan Metode Demonstrasi :
a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan.
b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari.
c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa.
Kelemahan metode Demonstrasi :
a. Siswa kadang kala sukar melihat dengan jelas benda yang diperagakan.
b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.
c. Sukar dimengerti jika didemonstrasikan oleh pengajar yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan.
4. Metode Ceramah Plus
Metode Pembelajaran Ceramah Plus adalah metode pengajaran yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode lainnya. Ada tiga macam metode ceramah plus, diantaranya yaitu:
a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas
b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas
c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)

5. Metode Resitasi
Metode Pembelajaran Resitasi adalah suatu metode pengajaran dengan mengharuskan siswa membuat resume dengan kalimat sendiri.
Kelebihan Metode Resitasi adalah :
a. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
b. Peserta didik memiliki peluang untuk meningkatkan keberanian, inisiatif, bertanggung jawab dan mandiri.
Kelemahan Metode Resitasi adalah :
a. Kadang kala peserta didik melakukan penipuan yakni peserta didik hanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
b. Kadang kala tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
c. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual.

6. Metode Eksperimental
Metode pembelajaran eksperimental adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya.

7. Metode Study Tour (Karya wisata)Metode study tour Study tour (karya wisata) adalah metode mengajar dengan mengajak peserta didik mengunjungi suatu objek guna memperluas pengetahuan dan selanjutnya peserta didik membuat laporan dan mendiskusikan serta membukukan hasil kunjungan tersebut dengan didampingi oleh pendidik.

8. Metode Latihan Keterampilan
Metode latihan keterampilan (drill method) adalah suatu metode mengajar dengan memberikan pelatihan keterampilan secara berulang kepada peserta didik, dan mengajaknya langsung ketempat latihan keterampilan untuk melihat proses tujuan, fungsi, kegunaan dan manfaat sesuatu (misal: membuat tas dari mute). Metode latihan keterampilan ini bertujuan membentuk kebiasaan atau pola yang otomatis pada peserta didik.

9. Metode Pengajaran Beregu
Metode pembelajaran beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas.Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya,setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiapsiswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut

10. Peer Theaching Method
Metode Peer Theaching sama juga dengan mengajar sesama teman, yaitu suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri.

11. Metode Pemecahan Masalah (problem solving method)
Metode problem solving (metode pemecahan masalah) bukan hanyasekadar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berpikir, sebabdalam problem solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang dimulaidengan mencari data sampai pada menarik kesimpulan.
Metode problem solving merupakan metode yang merangsang berfikir danmenggunakan wawasan tanpa melihat kualitas pendapat yang disampaikan olehsiswa. Seorang guru harus pandai-pandai merangsang siswanya untuk mencobamengeluarkan pendapatnya.

12. Project Method
Project Method adalah metode perancangan adalah suatu metode mengajar dengan meminta peserta didik merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.

13. Taileren Method
Teileren Method yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian,misalnya ayat per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentusaja berkaitan dengan masalahnya

14. Metode Global (ganze method)Metode Global yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisaridari materi tersebut.

8.1.2. Pembelajaran Induktif

Dimungkinkan untuk membangun sistem pakar menggunakan Artificial Neural System. Sebagai contoh sebuah sistem pakar medis. ANS adalah knowledge base yang dibangun berdasarkan pelatihan data pengobatan penyakit. Sistem pakar ini mencoba mengklarifikasi penyakit dari gejalanya yang diketahui dengan cara pelatihan. Inference engine MACIE (Matrix Controlled Inference Engine) dirancang menggunakan ANS knowledge base. Sistem ini menggunakan metode forward chaining untuk melakukan inferensi dan metode backward chaining untuk query data tambahan yang diperlukan terhadap user. Meskipun ANS tidak dapat menjelaskan proses yang dilakukannya seperti mengapa sebuah neuron memiliki bobot tertentu, namun MACIE dapat menginterpretasikan ANS dan menghasilkan aturan IF-THEN untuk menjelaskannya.
Sebuah sistem pakar dengan ANS menggunakan metode pembelajaran induktif, yaitu sistem menghasilkan informasi yang termuat di knowledge-base berdasarkan contoh yang diberikan. Induksi adalah proses inferensi kasus yang umum dari kasus khusus. Tujuan pembelajaran induktif adalah mengurangi atau mengeliminasi masalah kemacetan perolehan knowledge.

Pohon Keputusan Pembelajaran Pohon keputusan adalah salah satu bentuk pembelajaran mesin yang paling sederhana namun paling berhasil. Kami pertama-tama menggambarkan representasi tersebut – ruang hipotesis – dan kemudian menunjukkan bagaimana cara mempelajari hipotesis yang baik. Representasi pohon keputusan Pohon keputusan mewakili fungsi yang mengambil sebagai masukan sebuah vektor nilai atribut dan mengembalikan sebuah “keputusan” – sebuah nilai keluaran tunggal. Nilai input dan output dapat diskrit atau kontinyu. Untuk saat ini kita akan berkonsentrasi pada masalah dimana input memiliki nilai diskrit dan hasilnya memiliki dua nilai yang tepat; Ini adalah klasifikasi Boolean, di mana setiap masukan contoh akan diklasifikasikan sebagai benar (contoh positif) atau salah (contoh negatif). Pohon keputusan mencapai keputusannya dengan melakukan serangkaian tes. Setiap simpul internal di pohon sesuai dengan uji nilai salah satu atribut input, Ai, dan cabang dari nodus diberi label dengan nilai atribut yang mungkin, Ai = vik. Setiap simpul daun di pohon menentukan nilai yang akan dikembalikan oleh fungsinya. Representasi pohon keputusan itu alami bagi manusia; Memang, banyak manual “Cara” (mis., untuk perbaikan mobil) seluruhnya ditulis sebagai pohon keputusan tunggal yang terbentang di ratusan halaman. Sebagai contoh, kita akan membuat pohon keputusan untuk memutuskan apakah akan menunggu meja di restoran. Tujuannya di sini adalah untuk mempelajari definisi predikat predikat WillWait. Daftar pertama atribut yang akan kita pertimbangkan sebagai bagian dari masukan:
1. Alternatif: apakah ada alternatif restoran yang sesuai di dekatnya.
2. Bar: apakah restoran memiliki area bar yang nyaman untuk ditunggu.
3. Fri / Sat: benar pada hari Jumat dan Sabtu.
4. Lapar: apakah kita lapar?
5. Pelindung: berapa banyak orang yang ada di restoran (nilainya tidak ada, beberapa, dan penuh).
6. Harga: kisaran harga restoran ($, $$, $$$).
7. Hujan: apakah sedang hujan di luar.
8. Reservasi: apakah kami melakukan reservasi.
9. Tipe: jenis restoran (Prancis, Italia, Thailand, atau burger).
10. WaitEstimate: menunggu diperkirakan oleh host (0-10 menit, 10-30, 30-60, atau> 60).

8.1.3. Pohon Keputusan Pembelajaran

Pembelajaran pohon keputusan adalah suatu metode untuk memperkirakan fungsi target bernilai diskrit, yang mana fungsi pembelajaran direpresentasikan oleh sebuah pohon keputusan.

Secara umum, pohon keputusan merepresentasikan sebuah disjungsi dari beberapa konjungsi dari beberapa batasan pada nilai atribut dan instansi.

8.1.4. Pembelajaran Ensemble

Sejauh ini kita telah melihat metode pembelajaran di mana hipotesis tunggal, yang dipilih dari ruang hipotesis, digunakan untuk membuat prediksi. Gagasan metode pembelajaran ensemble adalah memilih koleksi, atau ansambel, dari hipotesis dari ruang hipotesis dan menggabungkan prediksi mereka. Misalnya, selama validasi silang kita bisa menghasilkan dua puluh pohon keputusan yang berbeda, dan mintalah mereka memberikan suara pada klasifikasi terbaik untuk contoh baru.Motivasi belajar ensemble itu sederhana. Pertimbangkan sebuah ensemble K = 5hypotheses dan anggaplah wecombine theirpredictions menggunakan voting mayoritas sederhana. Forthe ansambel untuk salah mengartikan contoh baru, setidaknya tiga dari lima hipotesis harus salah mengartikannya.

Harapannya adalah bahwa ini jauh lebih kecil kemungkinannya daripada klasifikasi yang salah oleh hipotesis tunggal. Misalkan kita asumsikan bahwa setiap hipotesis hk dalam ansambel memiliki kesalahan p-yaitu probabilitas bahwa contoh yang dipilih secara acak salah dikelompokkan oleh hk adalah hal. Selanjutnya, anggaplah kita mengetahui bahwa kesalahan yang dibuat oleh hipotesis adalah independen. Dalam kasus ini, jika p kecil, maka kemungkinan sejumlah besar kesalahan klasifikasi terjadi sangat kecil. Sebagai contoh, perhitungan sederhana (Latihan 18.18) menunjukkan bahwa menggunakan ensemble fibroadypotheses mengurangi tingkat kesalahan 1 dari 10 sampai tingkat kesalahan kurang dari 1 dari 100. Sekarang, jelas asumsi independensi tidak masuk akal, karena hipotesis cenderung disesatkan dengan cara yang sama oleh aspek data pelatihan yang menyesatkan. Tetapi jika hipotesis paling sedikit sedikit berbeda, sehingga mengurangi korelasi antara theerrors, maka ensemble pembelajaran bisa sangat bermanfaat.
Sumber:
-       http://ristyindriastuti.blogspot.com/2017/11/bab-8-mahasiswa-memahami-konsep-dari.html
-       https://alfaginoazra.wordpress.com/2017/11/10/pembelajaran-learning/


EmoticonEmoticon